馃

Cara Saya Pakai AI untuk Investasi Saham (dan Kenapa AI Bisa Bikin Salah Lebih Cepat)

Ringkasan

AI seperti ChatGPT/Gemini/Claude memang leverage kuat, tapi bukan penentu keputusan investasi. Kenapa AI nggak paham profil risikomu, kenapa tanpa fondasi AI cuma bikin 'salah lebih cepat', dan cara Faza pakai AI untuk analisis makro.

Tanggal
July 27, 2026

Edisi 27 Juli 2026 路 6 menit baca

Halo investor,

Lagi rame nih terkait AI (Artificial Intelligence), seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dsb, untuk saham entah investasi atau trading. Banyak yang membiarkan AI untuk mengatur bagaimana trading bergerak secara mandiri/otomatis.

Apakah itu salah? Bagi saya sih tidak ya, dan saya sendiri tidak pernah ada masalah dengan penggunaan AI.

AI itu bagi saya seperti cermin. Kalau kita arahkan ke hal produktif, maka hidup akan jadi lebih produktif. Kalau kita arahkan ke noise, maka tentu hidup akan jadi semakin "berisik" untuk hal-hal yang tidak relevan. Mesinnya tetap sama untuk semua orang, namun kitalah (manusia) yang menentukan arahnya kemana.

Hormozi pernah bilang hal serupa dengan cara berbeda: "banyak orang sekarang rajin 'tokenmaxxing' menggunakan AI untuk semua hal, tapi income-nya tetap saja sama. Kenapa? Karena AI cuma menambah 'kapasitas'. AI tidak bisa mengalahkan strategi yang baik."

Simpelnya: AI adalah sebuah tools leverage dan bukan penentu keputusan.

Bagaimana Saya Menggunakan AI?

Tentu saya sendiri menggunakan AI dalam berbagai aspek di kehidupan sehari-hari saya. Entah keseharian untuk bertanya, riset, dan kebutuhan pekerjaan seperti ide & generate konten.

Newsletter Gh yang investor baca pun tentu saja ada peran AI di belakangnya. Entah strukturnya ataupun perbaikan dari kata-katanya. Namun apakah itu berarti AI benar-benar bisa menggantikan (secara) total "otak" manusia?

Tentu tidak. Mungkin alasan kenapa newsletter Gh ataupun konten-konten saya lainnya tidak terasa "AI banget" karena adanya unsur pengalaman atau sentuhan personal yang tidak akan dimiliki oleh AI mau secanggih apapun dia 馃榿.

Nah, Lalu Apa Hubungannya AI dengan Investasi?

Ini yang sebenarnya ingin saya bahas. Saat ini sangat gampang untuk minta ke AI: "analisis saham X", "kapan entry & jual untuk saham Y". Dan AI akan memberikan jawaban yang "terlihat meyakinkan".

Namun seperti yang saya katakan di atas, AI hanyalah tools & tidak memiliki strategi juga pengalaman. Terdapat beberapa masalah utama dari hal tersebut:

1. AI tidak memahami apa profil risiko yang dimiliki investor. Walau bisa "di-imbued" ke AI dan memberitau profil risiko kita A-B-C, tapi secara garis besar dan "rasa", AI tidak akan paham betul apa tujuan keuangan, background kecocokan kita, time-horizon, dan bahkan kondisi porto yang sudah kita bentuk bagaimana.

Beberapa hal inilah yang sebenarnya akan membuat keputusan investasi menjadi sangat personal. Saham yang cocok buat saya, belum tentu cocok buat investor. Juga sebaliknya. Dan ini alasan kenapa saya membuat Watchlist agar dapat menyesuaikan hal tersebut. Dan AI? Mereka hanyalah "komputer" yang tidak memiliki rasa & pengalaman dari manusia itu sendiri.

2. Kalau kita sendiri tidak paham dasar-fundamentalnya, AI hanya akan membuat kita "salah lebih cepat". Ibaratnya kita kasih mobil sport ke orang yang nyetir aja belum bener. Bukannya sampai lebih cepat, malah bisa bahaya.

  • Ga paham fundamental/fondasi dari analisis teknikal, mungkin akan kesulitan ketika AI menjelaskan alasan kenapa dia memilih timing tertentu.
  • Ga paham fundamental dari bisnis/laporan keuangan, mungkin akan kesulitan ketika AI menjelaskan komponen-komponen keuangan untuk menentukan apakah saham (bisnis) tersebut baik atau tidak.

AI itu sebuah leverage. Kalau pemahaman kita sejak awal sudah kuat, AI akan bikin kita jauh lebih efisien. Kalau pemahaman kita nol? Leverage berapa ratus kali lipat pun hasilnya sama saja nol.

Cara Saya Memakai AI untuk Analisis Saham

Dalam proses penggunaan AI untuk analisis saham, yang biasanya saya lakukan mungkin ke arah makro-nya bagaimana. Kalau investor sudah mengikuti saya cukup lama, mungkin paham kalau saya bukan termasuk yang memerhatikan makro, karena saya biasa bermain secara bottom-up atau mikro per saham.

Contoh: ketika emas sedang booming di tahun 2025 lalu, saya bisa mendapatkan beberapa sahamnya seperti ANTM & HRTA di fase awal yang juga sempat multibagger. Itu karena meminta AI menganalisis kondisi makro dan saya minta turunkan saham apa saja yang kemungkinan besar "akan terdampak".

Top saham Watchlist 2025
Top saham Watchlist 2025

Setelah dapat list sahamnya, dari situ saya analisis kembali secara mandiri dan jadilah 2 saham tersebut yang juga masuk di Watchlist Gh. Yah walau nantinya saham tersebut pun ter-filter karena memang kinerjanya yang bagus dari parameter *screening* yang saya jelaskan di Ebook ProfitWise 馃榿.

Maka walaupun AI bisa memberikan list saham, tetap bagaimana proses berpikir untuk mendapatkan list di belakangnya akan sangat dipengaruhi oleh "otak" di belakangnya atau usernya, yaitu kita sendiri.

Keputusan akhir, kurasi lanjutan, itu sudah pasti seharusnya ditentukan oleh diri sendiri:

  • Saham mana yang akan masuk ke porto?
  • Butuh alokasi berapa untuk masuk?
  • Kapan Take Profit & Cut Loss?

Beberapa hal tersebut hanya dimiliki oleh saya selaku "manusia-nya" yang memiliki profil risiko dan tujuan pribadi.

Di berbagai era, akan selalu ada teknologi seperti ini sebagai tools untuk "mempermudah" (atau mempersulit) manusia. Sama seperti kalkulator-komputer, mereka bisa mempercepat proses, namun tetap perlu kita manusia yang memberikan arah dan keputusannya.

Jadi buat investor yang mulai pakai AI untuk investasi, silakan. Itu leverage yang baik. Namun jangan jadikan AI sebagai penentu keputusan. Bangun dulu fondasi pemahamannya.

Itulah alasan kenapa materi yang saya bahas di Ebook ProfitWise: Metode FCDS-T adalah konsep, cara berpikir, dan fundamentalnya. Walau ada teknis cara screening & cara me-maintain-nya, namun core-nya tetap ada pada pemahaman konsep. Hal tersebut agar setiap investor bisa beradaptasi dan menyesuaikan dalam berbagai kondisi market + bisa dipadukan dengan berbagai *tools* yang ada.

馃憠 Cek Ebook ProfitWise: Metode FCDS-T

P.S. Ironisnya, semakin canggih AI, semakin "mahal" nilai dari seseorang yang benar-benar PAHAM. Karena kalau semua orang punya "easy button" yang sama, yang membedakan justru kualitas berpikir yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

Stay Iqra.

Salam, Gh Portfolio

馃摡 Mau newsletter seperti ini rutin di email?

Kalau investor mau dapat tulisan seperti ini secara rutin, bisa join newsletter langsung di website GH ya.

馃憠 Kunjungi ghanifaza.com