Saat IHSG euforia di 9.000, saya bilang siapkan cash, lalu IHSG drop sampai -42%. Bukan ramalan, tapi membaca POTENSI pasar lewat 2 cara: teknikal untuk take profit bertahap dan fundamental untuk menangkap anomali seperti DSSA vs BMRI.
Edisi 5 Oktober 2026 ยท 6 menit baca
Halo investor,
Kembali lagi di Catatan Investor Gh.
Di awal Januari 2026 lalu, ketika IHSG sedang euforia di angka 9.000, saya sempat bikin konten yang cukup serius: ini adalah tanda bahaya, siapkan CASH.
Dan tidak lama setelah itu, IHSG benar-benar drop sampai titik terendahnya -42%, dan sampai penutupan September kemarin masih YTD -32%.
Alasan simpel kenapa saya bisa "memprediksi" seperti itu: karena saat itu orang-orang sedang serakah. Ingat quote dari Warren Buffett, "be fearful when others are greedy".
Namun.. apakah saya tau kalau IHSG akan crash saat itu? Bahkan separah ini? Tentu tidak.
Lalu bagaimana saya bisa berkata "Siapkan CASH"?
Pertama, saya sebenarnya kurang suka dengan konotasi "prediksi". Dimana prediksi itu berkesan seperti ramalan-ramalan tanpa dasar untuk melihat masa depan.
Maka disini term yang akan saya ambil adalah "BERPOTENSI", dan tentu poin ini bisa dianalisis dan dibaca dari "sinyal-sinyal" tertentu.
Ibaratnya seperti "ramalan" cuaca. Walau disebut "ramalan", sebenarnya itu adalah hasil analisis dari data historis yang di-SIMULASIKAN untuk melihat POTENSI yang akan terjadi ke depan.
Simpelnya, ramalan cuaca itu PURE SAINS. Mungkin karena saya kuliah di Teknik Kelautan, jadi kurang lebih paham analisis cuaca dengan mengambil data sampel.
Itu juga alasan saya bilang kalau Metode FCDS-T bekerja seperti "ramalan cuaca". Bahkan term yang saya gunakan pun sama kan? "POTENSIAL".
Oke jadi.. bagaimana saya menganalisis POTENSI tersebut ke pasar IHSG?
Cara 1: Teknikal (Take Profit Bertahap)
Ketika IHSG menyentuh ATH, saya menarik Fibonacci retracement dan mendapat beberapa titik yang BERPOTENSI menjadi titik koreksi di atas ATH sebelumnya: 8.300 dan 9.000.
Di titik-titik ini saya mulai Take Profit bertahap, pertama di 8.300 (ATH baru terbentuk), lalu 9.000 (ATH baru terbentuk lagi).
Tujuannya: mengatur profil risiko dan menyiapkan dry powder kalau-kalau (ber-POTENSI) market koreksi. Karena saya memang selalu fear saat pasar euforia.
Apakah kalau IHSG melewati 2 titik itu koreksi pasti terjadi? Tidak, tidak ada yang 100% pasti.
Kalau harga ternyata masih lanjut rally, ya saya akan TP kembali di potensi koreksi berikutnya, di case ini sekitar 9.800an, dan begitu seterusnya.
Poin pentingnya: saya sudah menyiapkan dry powder/cash dan TP secara bertahap. Seperti yang saya bilang di atas, saya tidak tahu IHSG akan drop separah itu.
Tapi poin paling pentingnya, saya sudah siap.
Pattern yang sama persis saya pakai di crash-rebound tahun 2024 dan 2025. ATH terbaru terbentuk di bendera biru, dan saat itu saya juga sudah TP perlahan. Entry-nya pun sama di area bawah.
Jika chartnya dilanjut lagi maka ada area di bawahnya lagi yaitu BIG SUPPORT saat ini di 5.900 an ๐ dan saya entry cukup banyak di area itu.
Serta di email sebelumnya, tentang Market Insight: Oktober saya berkata kalau sudah entry di beberapa titik dari area 6.500, lalu 5.900 (persis sama seperti 2025 lalu), dan sempat tambah di 5.400.
Semua itu saya analisis menggunakan ilmu teknikal. Dan teknikal adalah tools untuk membaca psikologi pasar, dengan melihat pola dan mencari titik-titik sinyal, atau yang di atas kita sebut POTENSI.
Sejujurnya, cukup banyak Investor di Komunitas ProfitWise yang minta diajarkan analisis teknikal ini (ebook atau kelas), tapi sampai sekarang saya belum sempat nih membuat modul materinya.
Kalau saran buku teknikal yang menurut saya paling clear, saya akan menyarankan "Technical Analysis for Mega Profit" karya Edianto Ong. Penulisnya orang Indonesia juga, jadi pembahasannya mudah dipahami.
Sampai sekarang pun saya masih suka remind dengan membaca ulang buku beliau. Kalau tertarik, ini link pembeliannya di Shopee ya: Shopee: Buku Mega Profit
Lihat sendiri seberapa tebal bukunya, maka untuk saya jadi modul nya ditunggu saja ya ๐

Cara 2: Fundamental (Ini yang Lebih Penting)
Teknikal cukup krusial untuk melihat pola secara helicopter view.
Namun pada akhirnya, fundamental selalu jadi "keyakinan" utama saya, apakah sebuah kenaikan atau koreksi itu sehat atau buatan.
Ada 1 anomali yang sejak lama mengganggu saya. Sepanjang 2025, IHSG rally sangat cepat.
Tapi saham bluechip dengan fundamental solid dan bisnis yang jauh lebih baik (BMRI, BBRI, BBCA, ASII, INDF, dll) malah mandet, tidak ikut naik.
Tentu Investor tahu, yang mendorong IHSG naik setinggi itu justru "saham konglo & gorengan". Di sini saya pakai contoh perbandingan keduanya: DSSA & BMRI.
DSSA ketika di puncak:
- Market cap: ~800 Triliun
- EPS (laba bersih per lembar): 23.67 rupiah
- PER: 170.66x, TANPA dividen
BMRI di periode sama:
- Market cap: ~400 Triliun (setengahnya DSSA)
- EPS: 603.24 rupiah (23x lebih besar)
- PER: 8.45x, plus dividen rutin minimal 5-7%, setara SBN.
Bagaimana logikanya, perusahaan dengan laba bersih sekitar 10x lebih kecil justru dihargai 2x lebih mahal?
Artinya, untuk setiap Rp1 laba, investor DSSA membayar ยฑ20x lebih mahal dibanding BMRI. Itu yang saya sebut anomali pasar.
Hasilnya sekarang? DSSA masih -70% dari tertingginya, bahkan sempat -90%! Modal 1 Miliar tersisa 300 juta.
Sementara BMRI dari tertingginya (7.000an) -42%, dan kalau ambil periode yang sama dengan DSSA (2026), hanya -21% saja.
Apakah berarti bisnis DSSA buruk? Tidak. Perusahaannya profit dan berjalan seperti bisnis pada umumnya.
Problemnya ada di HARGANYA yang BERLEBIHAN, alias overvalued. PER 170x ibarat butuh 170 tahun untuk balik modal. Investor waras mana yang mau investasi ke hal tersebut?
Bukankah ini sangat sesuai dengan prinsip yang sering saya bahas di Ebook ProfitWise?
- Prinsip #1: beli perusahaan yang baik. Tapi perusahaan baik saja tidak cukup, kita perlu prinsip kedua.
- Prinsip #2: beli di HARGA yang baik.
Perusahaan baik tapi harga tidak baik, ini pernah saya rasakan langsung: beli UNVR jauh sebelum pandemi di harga 7.000 & 8.000an, atau kalau pakai harga sebelum stock split, di 35.000 - 40.000 ๐
Saham itu instrumen paling demokratis. Modal jutaan bisa beli, modal miliaran juga. Lulusan SD bisa, profesor ekonomi juga.
Semua bisa bernasib sama kalau tidak paham.
Jadi, jangan terlalu mendewakan orang yang pamer cuan nominal besar. Dalam keuangan, pertumbuhan seringkali diukur dalam persen, bukan sekadar nominal.
Dan tentu ini bukan berarti saya membenci "saham konglo". Toh banyak yang cuan dari sana, bisa ratusan persen dalam waktu singkat.
Namun, PAHAMI apa yang kita beli. Investor yang paham, cuan. Ritel yang ikut-ikutan? Nyangkut.
Di perspektif saya, saham-saham anomali yang naik tinggi padahal value-nya tidak setara justru menjadi "sinyal", apalagi kalau saham tersebut sudah berdampak besar ke pasar.
Ingat, BREN pernah menduduki peringkat pertama kapitalisasi pasar tertinggi di Indonesia, dan "saham konglo" lainnya masuk 10 besar!
Wajar kalau hal tersebut masuk ke radar saya bahwa "ada yang aneh" dengan IHSG.
Seperti yang saya bilang di Market Insight: Oktober kemarin, IHSG kembali memasuki area BIG SUPPORT.
Dengan kondisi valuasi yang belum kembali pulih, sama seperti area-area sebelumnya, ini juga menjadi area *entry* saya.
Kalau lanjut turun? Bagi saya tidak masalah, karena itulah Margin of Safety saya, alias manajemen risiko dari hasil analisis untuk melihat POTENSI pasar.
Ketika harga saham berfundamental baik turun, sudah pasti MoS-nya semakin baik. Dan tentu potensi dividen yield-nya juga meningkat.
Terkait saham apa yang saya beli, SUDAH PASTI dari Watchlist Gh.
Watchlist Gh ini utamanya saya pakai untuk porto pribadi, namun karena permintaan, akhirnya saya share. Semoga bisa digunakan dan bermanfaat bagi yang memakainya ๐
๐ Watchlist Gh Laporan Keuangan Terbaru
P.S. Khusus Investor yang menggunakan Broker/Aplikasi Ajaib, bisa juga join Komunitas Gh Portfolio disana menggunakan link ini: Komunitas GH Porto Ajaib dan input Kode Komunitas "GHPORTO".
Kebetulan saya dapat penawaran dari pihak Ajaib untuk menunjang pembelajaran investasi jika akan diadakan webinar, podcast, atau company visit. Jadi bisa join juga ya.
Stay Iqra.
Salam, Gh Portfolio
๐ฉ Mau Dapat Catatan Investor Rutin di Email?
Kalau investor mau dapat tulisan seperti ini secara rutin, bisa join newsletter langsung di website GH ya.