๐Ÿ—ฃ๏ธ

Kenapa Saya Sebut Berita Saham 'Noise' (dan Cara Tetap Fokus)

Ringkasan

Kenapa berita broker, pompom sosmed, dan drama newsfeed itu 'noise' yang bikin porto jadi nano-nano. Cara mengatur ritme cek saham (bulanan + evaluasi kuartalan) biar investasi lebih tenang tanpa reaktif.

Tanggal
August 10, 2026

Edisi 10 Agustus 2026 ยท 5 menit baca

Halo investor,

Akhir-akhir ini media lagi ada saja drama ini-itu. Drama dari Threads seperti isu nakes baru-baru ini, lalu drama influencer sana-sini, belum berita per-politikan yang juga adaaaa saja tiap hari.

Simpelnya, buka sosmed sebentar saja ada banyak sekali hal-hal yang sebenarnya kalau dipikir lagi, hanya "menambah beban" di hidup kita. Terutama hal negatif tersebut berdampak buruk pada emosi kita. Bikin mood kita jelek, bikin susah fokus lagi kerja, padahal ya isu tersebut mungkin jauh atau tidak bersinggungan sama sekali dengan hidup kita.

Dampak lainnya dari "energi negatif" tersebut adalah kita bisa melampiaskannya ke orang lain, bahkan orang terdekat. Lagi kesel dengan berita & drama sosmed, eh malah ngelampiasin ke suami, istri, atau anak ikutan kena. Investor pernah ngerasain hal serupa?

Saya sendiri sebenarnya sudah sangat mengurangi waktu saya di sosial media. Seperlunya saja, biasanya hanya ketika mau upload konten & sharing di Instagram atau Threads. Juga ketika sedang mencari hiburan, namun disaat sudah muncul berita/isu yang cenderung negatif, saya biasanya langsung tutup aplikasi tersebut agar algoritma saya tidak dipenuhi hal-hal serupa.

Hidup sudah banyak drama, tidak perlu menambah drama lagi. Maka isi sosmed saya sekarang kurang lebih video-video kucing lucu ๐Ÿ˜‚.

Menariknya, setelah saya mengurangi konsumsi "drama tidak penting" tersebut, dari situ saya mulai sadar kalau ternyata dunia nyata di sekitar kita itu sebenarnya "jauh lebih baik" loh, dibanding yang sering tergambar di newsfeed sosial media. Orang-orang secara langsung tetap baik, tetap saling bantu; di jalan pun masih banyak orang baik & ramah seperti biasa.

Poinnya adalah: dunia akan tetap berjalan seperti biasa dengan & tanpa perhatian kita terus-menerus pada hal-hal yang seringkali tidak berdampak langsung ke hidup kita. Karena apakah hidup kita akan baik-baik saja kalau kita malah habis-habisan mengonsumsi hal yang tidak bisa kita kontrol?

Ini juga alasan kenapa saya lebih suka dengan format email seperti ini. Lebih intimate, tanpa distraksi. Kalau di WA atau Sosmed, ada chat masuk baca dulu, ada konten lain, ke-skip dulu dst. Di email, tidak ada hal tersebut, tidak ada misuh-misuh di kolom komentar, tidak ada notifikasi yang "berlebihan". Mungkin ini alasan kenapa email sejak awal sampai sekarang tidak pernah mati.

Nah, Lalu Apa Hubungannya dengan Saham?

Di saham, "noise" tersebut akan selalu ada, bahkan sesering drama lainnya juga.

Kita lihat orang pamer cuan saham A. Ada berita prospek cerah saham B. Ada pompom saham C di grup sebelah. Dan tanpa sadar, porto kita malah jadi nano-nano karena seringkali hanya "ngejar hype" atau takut miss opportunity saja. Investor kaya gitu tidak? Karena saya sendiri dulu di fase awal investasi ya seperti itu ๐Ÿ˜….

Padahal seringkali, begitu kita masuk karena FOMO, berita sudah dimana-mana. Itu berarti kita sudah telat, orang lain sudah masuk duluan, dan karena kita telat biasanya kita beli di harga pucuk dan... nyangkut.

Itu sebabnya saya menyebut berita broker, pompom sosmed, dan sejenisnya itu sebagai noise. Karena tiap hari pasti ada berita baru yang bikin kita tidak fokus. Belum prospek yang ada-ada saja saham A sedang membuat apa, kebijakan baru berpengaruh ke saham B, dst.

Kalau kita ikuti semuanya, kita cuma jadi seperti orang yang lompat dari satu hype ke hype berikutnya, tanpa pernah benar-benar paham apa yang kita pegang.

Jadi Bagaimana Cara Saya Mengatur Hal Tersebut?

Agar tidak banyak termakan "noise" di pasar, saya selalu mengatur ritme pengecekan saham.

Untuk maintenance porto biasa hanya cek aplikasi sebulan sekali. Lalu evaluasi total tentu saja per kuartal ketika laporan keuangan baru rilis. Hal ini membuat saya dapat berinvestasi dengan lebih tenang, TANPA menghabisi waktu saya memantau "drama-drama/noise" yang terjadi setiap hari.

Kalau memang ada breaking news yang benar-benar penting, tenang saja. Berita penting mau bagaimanapun pasti akan sampai ke telinga kita. Sama seperti drama sosmed di atas atau bahkan bencana. Walau kita tidak aktif sosial media, tidak aktif mencari, kalau memang ada berita "sepenting itu" seringkali akan sampai-sampai saja ke telinga kita.

Contoh seperti crash kemarin, terutama kasus MSCI. Saya yang jarang mantengin IHSG pun "mau-tidak-mau" terpaksa tau karena beritanya ramai dimana-mana, juga banyak investor yang bertanya. Berita penting itu seringkali perbedaannya ada pada: tanpa kita cari tau pun informasinya akan datang sendiri, berbeda dengan kita yang "mengejar berita" setiap saat satu per satu.

Intinya, ketenangan dalam investasi datang bukan dari tahu SEMUA informasi. Tapi dari paham apa yang kita pegang, dan punya sistem yang bikin kita tidak perlu reaktif terhadap setiap noise.

Kalau investor merasa gampang panik atau FOMO tiap lihat berita/pompom saham, mungkin masalahnya bukan di kurang informasi, tapi di belum punya fondasi pemahaman yang bikin tenang.

Dan itulah yang saya bahas di Ebook ProfitWise: Metode FCDS-T. Cara screening & evaluasi saham, plus ritme maintenance yang teratur, & cukup detail bagian noise beserta kelebihan kita selaku ritel/individual investor. Supaya investor bisa investasi dengan lebih tenang, tanpa harus terus-menerus terpapar noise.

๐Ÿ‘‰ Cek Ebook ProfitWise

P.S. Coba iseng cek: dalam seminggu terakhir, berapa banyak keputusan investasi kamu yang diambil karena benar-benar paham fundamentalnya, dan berapa banyak yang karena "kata orang" atau takut ketinggalan? Jawaban jujurnya akan cukup untuk menggambarkan seberapa besar noise tersebut mempengaruhi kita.

Stay Iqra.

Salam, Gh Portfolio

๐Ÿ“ฉ Mau newsletter seperti ini rutin di email?

Kalau investor mau dapat tulisan seperti ini secara rutin, bisa join newsletter langsung di website GH ya.

๐Ÿ‘‰ Kunjungi ghanifaza.com