馃搳

Market Insight Mei 2026: MSCI, 'Saham Konglo', dan Kenapa Fundamental is Back

Ringkasan

IHSG YTD -29% karena 'saham konglo' berjatuhan pasca MSCI. Kenapa aksi MSCI justru kabar baik, mekanisme HSC (High Shareholding Concentration), dan tanda saham fundamental mulai bangkit.

Tanggal
May 24, 2026

Edisi 24 Mei 2026 路 7 menit baca

Pembukaan: Psikologi Pasar

Seperti biasa, kita perlu memahami dulu bagaimana kondisi Mr. Market / keadaan pasar itu sendiri. Walau terkesan membosankan karena biasanya investor lebih suka langsung cari saham untuk entry-entry saja 馃槀, namun analisis pasar secara keseluruhan bisa menjadi keputusan tepat dalam pengalokasian aset secara menyeluruh. Seperti biasa, saya selalu berkata kalau asset allocation jika tidak lebih penting, dia sama pentingnya dengan stock picking.

IHSG YTD -29%
IHSG YTD -29%

IHSG sendiri sampai penutupan Mei minggu ke-3 berarti YTD sudah turun sebesar -29%! Penurunan yang sejujurnya sangat parah dalam beberapa bulan saja. Hal ini pun cukup masuk akal kalau kita melihat bagaimana saham-saham "unik" mulai berjatuhan pasca "bom waktu" MSCI dikeluarkan di awal tahun 2026 & berlanjut di pertengahan Mei kemarin.

Ini juga sejalan dengan insight saya ketika IHSG mencapai 9.000 (ATH) lalu, saya cukup sangsi karena bagaimana IHSG bisa naik setinggi itu disaat saham-saham yang seharusnya menopang pasar karena memiliki value yang baik malah stuck tidak kemana-mana, atau simpelnya IHSG belum saatnya untuk mencapai angka 9.000. Dan benar saja, IHSG yang "ditopang" oleh saham-saham "unik" tersebut untuk naik, juga "ditarik" jatuh oleh saham yang sama.

Mari kita coba lihat beberapa saham yang "bertanggung jawab" atas penurunan (crash) IHSG:

Saham penyebab crash IHSG
Saham penyebab crash IHSG

Dapat dilihat beberapa yang katanya tidak kemana-mana (saham funda) alias big bank berperan juga dalam penurunan IHSG, terutama BBCA yang sempat lebih buruk dari IHSG tetapi sekarang malah IHSG yang kembali lebih buruk karena saham-saham lainnya (saham "unik") yang minus sangat tinggi bahkan lebih parah dari pasar itu sendiri dengan mencapai di atas -50%! Hal ini sangat masuk akal kalau melihat saham tersebut adalah "saham konglo" dengan PER > 100. Investor rasional mana yang mau invest ke perusahaan yang membutuhkan waktu balik modal (BEP) di atas 100 tahun?

Kita bandingkan sekilas dengan beberapa saham dengan fundamental kuat yang ada di Watchlist Gh secara random:

Saham fundamental beat the market
Saham fundamental beat the market

Mayoritas sahamnya justru "Beat The Market" atau kinerjanya lebih baik dari pasar/IHSG yang mencapai -29%. Kenapa "saham fundamental" bisa bertahan? Tentu karena mereka memiliki value yang memang baik dan bisnis yang kuat. Saham seperti ini akan memiliki "bantalan" ketika pasar sedang buruk, juga akan terbang paling pertama jika pasar sudah membaik.

Bagaimana dengan Aksi MSCI Terbaru di Bulan Mei?

Bagi saya itu justru hal yang bagus. Mereka benar-benar memvalidasi aksi-aksi manipulasi pasar atau yang sering kita kenal dengan sebutan media "saham konglo", agar BEI bisa membuat regulasi yang lebih baik & transparan.

Bagaimana tidak, permasalahan utama pasar BEI beberapa waktu terakhir itu karena adanya manipulasi pasar atau yang kita sebut sebagai "Pemegang saham GOIB". Salah satunya terkait HSC (High Shareholding Concentration). Contohnya begini: misal emiten A memiliki 1 miliar lembar saham beredar yang dimiliki oleh 10.000 pemegang saham berbeda, termasuk investor publik, namun 900 juta lembar diantaranya secara terkonsentrasi dimiliki oleh 100 pemegang saham saja (90% saham beredar dikuasai oleh hanya 1% pemegang saham), maka imbas naik turunnya saham A ini ditentukan oleh 100 orang/institusi tersebut, sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya aksi manipulasi harga saham. Maka paham kan kalau ada finfluencer yang pom-pom saham dan harganya bisa naik tinggi dan terlihat untung besar? Ya karena mereka jugalah yang menggerakkan pasar, bukan pasar itu sendiri.

Licik ya? Yah itulah salah satu "modus" yang cukup parah terjadi dan membuat banyak saham-saham "unik" tadi atau sebutan lainnya "saham konglo" bisa naik sangat tinggi. Disebut "GOIB", maka pembeli sahamnya sebenarnya "LU LAGI LU LAGI".

Oleh karena itu saya selalu berkata dalam narasi & konten-konten, terutama dari Ebook ProfitWise secara lengkap, kalau kita selaku investor ritel (Individual Investor) justru memiliki banyak privilege, apalagi fleksibilitas dari sisi memilih saham apapun & waktu hold saham kapanpun. Selaku investor ritel yang memiliki dana & resources terbatas, rasanya "kurang wise" kalau mau ikut bermain di game yang sama seperti korporasi atau para smart money yang memiliki dana Milyaran bahkan Triliunan rupiah.

Namun problem yang terjadi adalah ketidakpahaman hal tersebut yang membuat banyak investor (terutama pemula) menjadi FOMO, apalagi setelah melihat banyak orang "pamer porto" di sosial media atau grup sehingga "ikut-ikutan membeli" dan berharap cuan cepat. Itu alasan saya tidak memiliki grup dan membahas satu saham secara publik dengan spesifik (juga pamer cuan), karena hal tersebut dapat menciptakan "bias" dalam pemilihan saham.

Sebenarnya permasalahan itulah yang membuat banyak saham besar di Indonesia tidak ikut rally, karena "perhatiannya" tertuju ke saham-saham "untung cepat" seperti tadi. Namun hal positifnya adalah, ketika para investor yang terdampak kerugian dari saham-saham tersebut "mulai waras" (dan semoga tidak trauma), maka saham-saham berfundamental baik inilah yang akan menjadi target mereka selanjutnya.

Maka dengan adanya aksi MSCI tersebut saya bisa katakan kalau "Saham Fundamental is Back!" Hal ini dapat dilihat sekilas dari bagaimana saham-saham big bank mulai naik seperti BBRI, BBCA, BBNI di bulan Mei ini. BMRI mungkin terlihat menurun tetapi itu karena dia baru saja membagikan dividen final sebesar 377. Kalau harganya 4.200, maka seharusnya dengan nilai dividen harganya setara 4.577. Dan ini semua disaat IHSG masih dalam kondisi menurun.

Maka dengan begitu, apakah sejak saat ini sudah dipastikan saham fundamental akan langsung naik? Jawabannya tidak juga. Terkadang market/pasar membutuhkan waktu untuk membentuk suatu pola dari event yang terjadi, dan kalau kita membicarakan pola sudah jelas itu masuk ke ranah analisis teknikal. Lalu bagaimana dengan kondisi teknikal saat ini?

Kondisi teknikal IHSG
Kondisi teknikal IHSG

Terkait aksi apa yang bisa dilakukan investor, juga list saham-saham apa yang sedang memberikan opportunity menarik dari kondisi crash IHSG saat ini, tentu saya tampilkan jawabannya di dalam Watchlist Gh saja ya.

馃憠 Klik Disini Untuk Mendapat List Saham Fundamental Kuat

Semoga bermanfaat ya, investor.

Stay Iqra.

Salam, Gh Portfolio

馃摡 Mau newsletter seperti ini rutin di email?

Kalau investor mau dapat tulisan seperti ini secara rutin, bisa join newsletter langsung di website GH ya.

馃憠 Kunjungi ghanifaza.com